Tuesday, May 26, 2015

Pembenihan Ikan Hias Air Laut Blue Devil (Chrysiptera Cyanea) Hp. 0852.6435.6110 dan 0852.1079.2168




Pembenihan Ikan Hias Air Laut Blue Devil (Chrysiptera Cyanea)


Pendahuluan
 

                Salah satu jenis ikan hias yang cantik dan eksotis di perairan Maluku adalah jenis ikan hias blue devil  (Chrysiptera Cyanea) atau biasa disebut dengan nama local betok ambon. Ciri ciri ikan hias blue devil yang berkelamin betina mempunyai  ekor  berwarna putih dan blue devil yang berkelamin jantan mempunyai ekor  berwarna merah. Walaupun namanya cukup ekstrim, namun ikan ini termasuk ikan hias yang cantik. Tubuhnya langsing dengan warna biru berbintik putih dibagian atas. Ikan ini cukup aktif berenang diantara karang.  Pada saat kondisinya merasa terancam, ikan hias tersebut berubah warna dalam sekejap menjadi biru tua tau biru gelap. Tetapi dalam kondisi yang aman, warna asli dari ikan hias blue devil adalah biru kehijauan

Pengelolaan Induk
®  Pembersihan atau pencucian bak pemeliharaan induk 1 kali dalam 2 bulan atau berdasarkan kondisi baik
®  Induk yang digunakan berjumlah 300 ekor
®  Ukuran induk yang digunakan 5 sampai  7 cm
® Seleksi  induk dilakukan dengan memilih yang sehat, tidak cacat pada sirip maupun ekor, ukuran seragam, gerakan lincah, warna cerah, responsive terhadap pakan serta bebas penyakit
®  Pakan yang diberikan berupa pellet dengan dosis sebesar 3 sampai  5 persen dari total berat tubuh ikan
® Frekuensi pemberian pakan adalah 3 sampai  5 kali sehari dan diberikan pada waktu pagi, siang dan sore hari
®  Bak Induk menggunakan system sirkulasi air, berlangsung 24 jam
®  Bak Induk juga dilakukan kegiatan penyiponan dasar bak
®  Sebagai  tindakan pencegahan , induk blue devil direndam dalam air tawar selama  5 sampai 10 menit
®  Pengecekkan kematangan gonad dilakukan selain secara visual

Penanganan Telur
®  Telur yang telah dibuahi akan ditempatkan  atau menempel pada substrat atau potongan paralon kemudian setelah beberapa hari akan menetas dan larva akan mengapung di permukaan air serta akan terbawa mengikuti aliran air
®  Larva yang mengumpul disudut bak induk akan dipanen pada malam hari dengan selang berukuran  ¾  inci ke bak larva dengan system gravitasi

Pemeliharaan Larva
 ®  Bak yang digunakan untuk kegiatan ini berkapasitas 6 m³ sebanyak 2 buah yang terletak dalam ruangan tertutup. Sebelum bak digunakan, terlebih dulu disterilkan dengan mengunakan kaporit dan  dibilas dengan air tawar
®  Aerasi biasanya menggunakan batu aerasi yang diletakkan dekat di dasar bak larva
®  Pengelolaan kualitas air dilakukan dengan cara mempertahankan media pemeliharaan sesuai standard yang telah ditetapkan,  dengan cara  pergantian air, pengaturan suhu  dan kadar garam, penambahan plankton, pembersihan dasar bak, pembersihan permukaan air dalam bak larva

Pendederan
®   Bak dicuci dengan kaporit, setelah itu bak dibilas dengan air tawar dan dikeringkan
®   Air laut yang digunakan untuk pendederan blue devil  disalurkan melalui pipa paralon dari bak penampung ke bak pendederan
®  Penebaran benih dilakukan pada pagi atau sore hari
® Pakan yang diberikan berupa yang  diberikan beruapa pellet pendederan
®  Pemberian pakan secara adlibitum (sampai kenyang) sebanyak 2 sampai 3 kali sehari
®  Pemilahan ukuran dalam pendederan untuk memisahkan ukuran benih
® Pengelolaan kualitas air dengan penggantian air tota yang dilakukan pada pagi dan sore hari.  Serta sisa pakan yang ada dalam bak dikeluarkan melalui penyiponan, sesudah benih diberi pakan agar kualitas air tetap baik

Sumber :  Balai Budidaya Laut Ambon







Minyak Cumi

Minyak Cumi Merk CUMI 168  mempunyai manfaat antara lain :
1.  Merangsang nafsu makan benur, nener, udang dan ikan
2.  Mempercepat pertumbuhan ikan dan udang
3. Mempersingkat lamanya pemeliharaan udang dan ikan
4.  Menjaga kestabilan air dan plankton saat pergantian air
5.  Menjaga kestabilan air dan plankton saat hujan terus menerus
6.  Dapat digunakan sebagai campuran pembuatan pelet untuk makanan ikan, udang dll

No comments:

Post a Comment