Teknologi dan Pembenihan Ikan Kakap Putih
Pendahuluan
Kakap Putih atau disebut Lates calcarifer merupakan salah satu komoditas perikanan laut yang bernilai ekonomis tinggi, memiliki segmen pasar yang luas dan produksi relative stabil.
Balai Budidaya laut batam sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementrian Kelautan dan Perikanan, memiliki tugas dan tanggung jawab besar untuk mengembangkan teknologi budidaya Kakap Putih serta menyebar luaskannya kepada masyarakat
Metode Pembenihan
a. Pengelolaan Induk
Induk Kakap Putih harus memenuhi syarat sebagai ikan yang benar benar sehat, lengkap dan tidak cacat dengan ukuran jantan 1 sampai 2 kg per ekor dan betina 2.5 sampai 6 kg. Pakan yang diberikan berupa ikan rucah segar dengan kandungan lemak rendah seperti jenis ikan selar dan Tanjan dengan dosis pemberian pakan 2 sampai 5 persen dari berat total calon induk per hari
b. Induk
Tingkat Kematangan Gonad induk Betina dapat diketahui dengan metode kanulasi menggunakan selang plastic atau kanula yang berdiameter 1,2 mm sedangkan untuk induk jantan dengan metode stripping yaitu dengan cara mengurut bagian perut menuju kea rah genital. Induk jantan yang matang, gonad akan mengeluarkan sperma berwarna putih susu dan kental
c. Pemijahan
Wadah pemijahan yang digunakan bias di Keramba Jaring Apung atau di bak terkontrol. Pemijahan rangsang hormon dengan menggunakan LH Rha atau Leutenizing Releasing Hormon dengan dosis 0.5mg per kg berat induk, yang diinjeksikan pada induk jantan dan betina dibagian bawah sirip pungggung. Secara normal induk akan memijah setelah 12 sampai 38 jam setelah penyuntikkan
d. Penanganan Telur
Telur yang dibuahi berwarna bening transparan dan mengapung di permukaan air berdiameter 0,6 sampai 0,8 mm yang ditampung dalam egg collector. Penetasan telur dapat dilakukan pada bak inkubasi maupun langsung pada bak pemeliharaan larva
e. Manajemen Pemeliharaan Lava
Larva Kakap Putih dipelihara dalam bak yang telah bersih, bebas penyakit dan parasite dengan padat tebar awal larva adalah 10 sampai 15 ekor per liter
f. Pendederan :
Padat penebaran benih Ikan Kakap Putih :
Pada masa pendederan pergantian air dilakukan selama 24 jam sebesar 500 persen. Gradding atau pemilahan ukuran benih dilakukan setiap 5 sampai 7 hari sekali untuk memperkecil kanibalisme
g. Kultur Pakan Alami
Kultur Phytoplankton dimulai skala laboratorium, kemudian skala semi massal dan massal. Spesies yang dikultur berupa Nannochloropsis sp atau Tetraselmis sp. Pupuk yang digunakan Urea : ZA : TSP : EDTA dengan perbandingan 5 : 5 : 1 : 1
Kultur Zooplankton massal secara bertahap yaitu sepertiga dari kapasitas bak dimasukkan benih Rotifier atau Branchionus sp dengan padat awal sepuluh individu per mili, kemudian diberikan pakan berupa Nannochloropsis spa tau Tetracelmis sp. Rotifier dipanen setelah berkembang dengan menggunakan screen net 20 mikron
Sumber : Balai Perikanan Budidaya Laut Batam
Minyak Cumi
Minyak Cumi Merk CUMI 168 mempunyai manfaat antara lain :
1. Merangsang nafsu makan benur, nener, udang dan ikan
2. Mempercepat pertumbuhan ikan dan udang
3. Mempersingkat lamanya pemeliharaan udang dan ikan
4. Menjaga kestabilan air dan plankton saat pergantian air
5. Menjaga kestabilan air dan plankton saat hujan terus menerus
6. Dapat digunakan sebagai campuran pembuatan pelet untuk makanan ikan, udang dll
Sunday, June 21, 2015
Wednesday, May 27, 2015
Pengembangan Usaha Budidaya Ikan Kerapu di Sulawesi Tenggara Hp. 0852.6435.6110 dan 0852.1079.2168
Tuesday, May 26, 2015
Pembenihan Ikan Hias Air Laut Blue Devil (Chrysiptera Cyanea) Hp. 0852.6435.6110 dan 0852.1079.2168
Pembenihan Ikan Hias Air Laut Blue Devil (Chrysiptera
Cyanea)
Pendahuluan
Salah
satu jenis ikan hias yang cantik dan eksotis di perairan Maluku adalah jenis
ikan hias blue devil (Chrysiptera
Cyanea) atau biasa disebut dengan nama local betok ambon. Ciri ciri ikan hias blue devil yang berkelamin betina
mempunyai ekor berwarna putih dan blue devil yang berkelamin
jantan mempunyai ekor berwarna merah.
Walaupun namanya cukup ekstrim, namun ikan ini termasuk ikan hias yang cantik.
Tubuhnya langsing dengan warna biru berbintik putih dibagian atas. Ikan ini cukup
aktif berenang diantara karang. Pada
saat kondisinya merasa terancam, ikan hias tersebut berubah warna dalam sekejap
menjadi biru tua tau biru gelap. Tetapi dalam kondisi yang aman, warna asli dari
ikan hias blue devil adalah biru kehijauan
Pengelolaan Induk
®
Pembersihan atau pencucian bak pemeliharaan induk 1 kali dalam 2 bulan
atau berdasarkan kondisi baik
®
Induk yang digunakan berjumlah 300 ekor
®
Ukuran induk yang digunakan 5 sampai 7 cm
® Seleksi induk dilakukan dengan memilih yang sehat,
tidak cacat pada sirip maupun ekor, ukuran seragam, gerakan lincah, warna
cerah, responsive terhadap pakan serta bebas penyakit
® Pakan yang diberikan berupa pellet dengan
dosis sebesar 3 sampai 5 persen
dari total berat tubuh ikan
®
Frekuensi pemberian pakan adalah 3 sampai
5 kali sehari dan diberikan pada waktu pagi, siang dan sore hari
® Bak Induk menggunakan system sirkulasi air,
berlangsung 24 jam
® Bak Induk juga dilakukan kegiatan penyiponan
dasar bak
® Sebagai
tindakan pencegahan , induk blue devil direndam dalam air tawar selama 5 sampai 10 menit
® Pengecekkan kematangan gonad dilakukan selain
secara visual
Penanganan Telur
® Telur yang telah dibuahi akan
ditempatkan atau menempel pada substrat
atau potongan paralon kemudian setelah beberapa hari akan menetas dan larva
akan mengapung di permukaan air serta akan terbawa mengikuti aliran air
® Larva yang mengumpul disudut bak induk akan
dipanen pada malam hari dengan selang berukuran
¾ inci ke bak larva dengan system
gravitasi
Pemeliharaan Larva
® Bak yang digunakan untuk
kegiatan ini berkapasitas 6 m³ sebanyak 2 buah yang terletak dalam ruangan
tertutup. Sebelum bak digunakan, terlebih dulu disterilkan dengan mengunakan
kaporit dan dibilas dengan air tawar
® Aerasi biasanya menggunakan batu aerasi yang
diletakkan dekat di dasar bak larva
® Pengelolaan kualitas air dilakukan dengan
cara mempertahankan media pemeliharaan sesuai standard yang telah
ditetapkan, dengan cara pergantian air, pengaturan suhu dan kadar garam, penambahan plankton,
pembersihan dasar bak, pembersihan permukaan air dalam bak larva
Pendederan
® Bak dicuci dengan kaporit, setelah itu bak
dibilas dengan air tawar dan dikeringkan
® Air laut yang digunakan untuk pendederan
blue devil disalurkan melalui pipa
paralon dari bak penampung ke bak pendederan
® Penebaran benih dilakukan pada pagi atau sore
hari
® Pakan
yang diberikan berupa yang diberikan
beruapa pellet pendederan
® Pemberian pakan secara adlibitum (sampai
kenyang) sebanyak 2 sampai 3 kali sehari
® Pemilahan ukuran dalam pendederan untuk
memisahkan ukuran benih
®
Pengelolaan kualitas air dengan penggantian air tota yang dilakukan pada pagi
dan sore hari. Serta sisa pakan yang ada
dalam bak dikeluarkan melalui penyiponan, sesudah benih diberi pakan agar
kualitas air tetap baik
Sumber : Balai Budidaya Laut Ambon
Minyak Cumi
Minyak Cumi Merk CUMI 168
mempunyai manfaat antara lain :
1. Merangsang nafsu makan benur, nener, udang dan ikan
2. Mempercepat pertumbuhan ikan dan udang
3. Mempersingkat lamanya pemeliharaan udang dan ikan
4. Menjaga kestabilan air dan plankton saat pergantian air
5. Menjaga kestabilan air dan plankton saat hujan terus menerus
6. Dapat digunakan sebagai campuran pembuatan pelet untuk makanan ikan, udang dll
1. Merangsang nafsu makan benur, nener, udang dan ikan
2. Mempercepat pertumbuhan ikan dan udang
3. Mempersingkat lamanya pemeliharaan udang dan ikan
4. Menjaga kestabilan air dan plankton saat pergantian air
5. Menjaga kestabilan air dan plankton saat hujan terus menerus
6. Dapat digunakan sebagai campuran pembuatan pelet untuk makanan ikan, udang dll
Wednesday, May 20, 2015
Produksi Ikan Bawal Bintang Hp. 0852.6435.6110 dan 0852.1079.2168
Hp. 0852.6435.6110 dan 0852.1079.2168
Produksi Ikan Bawal Bintang
Pendahuluan
1. Ikan
Bawal Bintang merupakan ikan laut yang mempunyai nilai ekonomis Rp 60.000
sampai Rp 70.000
dalam keadaan hidup. Dalam keadaan segar dengan harga Rp 45.000 sampai dengan Rp.50.000
dan pertubuhannya relative cepat 6 sampai 8 bulan bias mencapai 400
sampai 500 gram per ekor.
2.
Permintaan
pasar yang cenderung meningkat, mendorong kegiatan budidaya berkembang
3.
Dengan
berkembangnya budidaya ikan bawal bintang, permintaan akan benih siap tebar
yang berkualitas terus meningkat dan ketersediannya harus kontinyu
4.
Merupakan
Ikan Pelagis yang berenang cepat sehingga dapat dibudidayakan dengan kepadatan
tinggi
5.
Penerapan
CBIB dapat menjamin keberhasilan dalam pembesaran ikan bawl bintang
Pemeliharaan Induk
1.
Induk
dapat dipelihara di Keramba Jaring Apung atau bak beton atau fiber dengan
volume minimal 10 meter kubik dengan kepadatan 1 sampai 2 ekor per meter kubik
2.
Ukuran
induk lebih dari 1,5 kg per ekor untuk
mengetahui jenis kelamin induk dilakukan seleksi tingkat kematangan gonad
sebelum dipijahkan
3.
Pematangan
gonad dilakukan dengan pemberian pakan ikan segar, cumi secara adlibitum dengan
prosentase 2 sampai 3 persen dari Berat Badan dan ditambahkan multivitamin 3
kali seminggu
4. Pemijahan dilakukan pada bak dengan volume lebih
dari 10 meter kubik, sebaiknya dengan perbandingan jantan : betina adalah 2,
5 : 1. Rangsangan pemijahan dengan
menggunakan hormone HCG dengan dua kali
penyuntikan dengan dosis 250 IU per kg
5. Induk memijah pada pukul 19.00 sampai 21.00, telur akan
terapung terbawa air dan terkumpul di kolektor air
Pemeliharaan
Larva
1.
Pemeliharaan Larva dilakukan di ruangan tertutup dengan
menggunakan bak beton atau bak fiber dengan volume 10m3 dengan kepadatan tebar
telur sebesar 5 sampai 6 ekor per liter
2.
Pakan
diberikan mulai D.2 pagi berupa rotifer
dengan kepadatan 1 sampai 2 ind per mil
ditingkatkan pada D.5menjadi 3 sampai 4 ind per mil, pakan buatan diberikan mulai D.10
secara adlibitum sesuai ukuran larva, untuk menjaga kestabilan bak pemeliharaan
plankton diberikan setiap pagi sebanyak 200 sampai 300 liter sampai D.20
3. Pergantian air
dilakukan mulai D.8 dengan prosentase meningkat sesuai dengan umur dan ukuran
ikan
4.
Panen dilakukan pada umur lebih dari 20 hari atau ukuran lebih dari 1.5 Cm
Pendederan
1. Kegiatan
pendederan merupakan tahapan penyiapan benih siap tebar di KJA dari
ukuran lebih dari
1. 5 cm menjadi lebih dari 5 cm dan sekaligus dijadikan tahap seleksi benih
2. Penebaran benih dari hasil pemeliharaan larva dengan
kapadatan 600 sampai 800 ekor per m3,
kepadatan benih disesuaikan dengan ukuran benih
3. Pakan yang diberikan berupa pellet sinking
atau disebut tenggelam secara perlahan
dengan kadar protein lebih dari 42 persen. Diberikan secara adsatiation sampai
ikan kenyang dengan frekuensi 5 sampai 6 kali sehari, sebelum
pakan diberikan dicampur dengan vitamin C atau multivitamin dengan dosis 5 gram per kg pakan
4. Panen dilakukan setelah ukuran lebih dari 5 cm,
sebelum benih ditebar di Keramba Jaring Apung sebaiknya di cek kesehatan ikan
di laboratorium
Pembesaran
di Keramba Jaring Apung
Lokasi budidaya sebaiknya terhindar dari gelombang
sepanjang tahun, jauh dari muara sungai, surut terendah lebih dari 9 meter. Bebas dari bahan pencemaran seperti kimia dan
logam berat, dekat dengan sarana produksi dan pakan. Salinitas 2€ sampai 35ppt, suhu 27 sampai 29 ℃, DO 3.5 mg per liter. PH 7,6 sampai 8, termasuk dalam rencana tata ruang dan wilayah kabupaten
atau kota setempat untuk kegiatan perikanan
Wadah Budidaya
Kegiatan budidaya menggunakan
Keramba Jaring Apung dengan bahan konstruksi HDPE atau kayu atau bamboo dengan ukuran 3 x
3 x 3 m dengan jumlah per unit minimal 4 lubang
Penebaran Benih
Benih yang ditebar ukuran lebih
dari 4 cm, harus sehat, dibuktikkan surat dari laboratorium dan unggul. Ciri
ciri benih unggul adalah sebagai berikut :
1.
Secara morfologis benih normal
dan tidak cacat
2.
Pertumbuhan sesuai umur ikan dan ukuran
seragam
3.
Benih lincah, responsif terhadap
pakan dan gerakan yang diberikan
Sebaiknya
penebaran dilakukan pada pagi hari dengan kepadatan 40 sampai
50 ekor per m3
Penebaran Benih
Pakan
yang digunakan pellet sinking atau tenggelam secara perlahan dengan kandungan
protein lebih dari 42 persen,
ukuran disesuaikan dengan
bukaan mulut ikan
Panen
1.
Panen dilakukan apabila sudah
mencapai ukuran > 400 gram per ekor atau sesuai permintaan
2.
Pasar bisa dalam keadaan hidup
atau fresh
3.
Tingkat kelangsungan hidup atau
SR pada pembesaran 85 sampai 90 persen
4.
FCR = 2 pakan dengan kandungan protein > 42 %
Sumber : Balai Perikanan Budidaya Laut Lombok
Minyak Cumi
Minyak Cumi Merk CUMI 168
mempunyai manfaat antara lain :
1. Merangsang nafsu makan benur, nener, udang dan ikan
2. Mempercepat pertumbuhan ikan dan udang
3. Mempersingkat lamanya pemeliharaan udang dan ikan
4. Menjaga kestabilan air dan plankton saat pergantian air
5. Menjaga kestabilan air dan plankton saat hujan terus menerus
6. Dapat digunakan sebagai campuran pembuatan pelet untuk makanan ikan, udang dll
1. Merangsang nafsu makan benur, nener, udang dan ikan
2. Mempercepat pertumbuhan ikan dan udang
3. Mempersingkat lamanya pemeliharaan udang dan ikan
4. Menjaga kestabilan air dan plankton saat pergantian air
5. Menjaga kestabilan air dan plankton saat hujan terus menerus
6. Dapat digunakan sebagai campuran pembuatan pelet untuk makanan ikan, udang dll
Subscribe to:
Posts (Atom)

Minyak Cumi
Minyak Cumi Merk CUMI 168 mempunyai manfaat antara lain :
1. Merangsang nafsu makan benur, nener, udang dan ikan
2. Mempercepat pertumbuhan ikan dan udang
3. Mempersingkat lamanya pemeliharaan udang dan ikan
4. Menjaga kestabilan air dan plankton saat pergantian air
5. Menjaga kestabilan air dan plankton saat hujan terus menerus
6. Dapat digunakan sebagai campuran pembuatan pelet untuk makanan ikan, udang dll


